Tuesday, December 08, 2009

Kau Membuatku Lelah

Aku hanya menginginkan satu, kesetiaanmu. Bila itu terlalu berat untukmu, lepaskanlah! Aku takkan membentukmu menjadi mauku. Kau punya hidup yang tak bisa dikuasai oleh orang lain, bahkan yang mencintaimu sekalipun!

Aku hanya menginginkan kau menilai dengan hati, bila yang lain lebih indah, lepaskanlah aku! Aku tak ingin menjadi duri dalam langkahmu. Aku telah memberikan segala yang kuyakini akan selalu menjadi kenangan indah untukmu. Bagiku itu sudah lebih dari cukup...

Aku lelah Sayang...aku lelah!

at 12:51 AM 2 comments

Wednesday, September 09, 2009

Dimana aku bagimu?

Dimana kau menempatkanku diantara pengagummu atau diantara mereka yang kau cintai selain aku? Aku hanya ingin kejujuranmu, karena aku punya hati yang dapat menakar bimbangnya hatimu.

Aku tahu, seluruh dayaku tak bisa mengubahku menjadi sempurna apalagi menjadi orang yang kau inginkan! Bahkan seandainya pecahan-pecahan kesempurnaan dari mereka disatukan, tak satupun bisa kutiru! Karena aku tempat ketidaksempurnaan itu. Tapi tahukah kau, bila aku punya cinta yang bisa menutup ketidaksempurnaanku?

Cinta yang sangat kuyakini akan membawa kita pada kebahagiaan, cinta yang kuyakini akan membawa kita pada akhir pencarian. Cinta yang menentramkan karena dialah muara kesetiaan, kesabaran dan kejujuran.

Aku tak ingin kau mencintaiku karena belas kasih atau karena takut aku akan berkeping. Aku ingin kau mencintaiku hanya karena alasan cinta. Karena belas kasihan itu lebih menyakitkan dari pengkhianatan dan aku tak bisa menerima itu.

Saatnya kita segera berpikir, apakah ini cinta yang sungguh kita inginkan.?Aku hanya ingin kau jujur apakah masih menginginkanku atau tidak.Meskipun aku takkan pernah siap, aku akan siap menerimanya.

at 9:22 PM 2 comments

Tuesday, September 08, 2009

Aku mencintaimu

aku mencintaimu
dengan caraku
meski tak sempurna

aku mencintaimu
dengan satu keinginan
membahagiakanmu

aku mencintaimu
sekuat rasa takut
kehilanganmu

aku mencintaimu

at 8:04 PM 2 comments

Monday, June 15, 2009

Luruh

Daun kenari terakhir luruh, terayun angin dan terbawa pergi. Aku tak sengaja menggoyang dahan kenari yang sedang meranggas disisi jendelaku, hingga daun itu terenggut dari dahannya. Sungguh, aku tak berniat mengacaukannya, aku justru berniat menikmati luruhnya dahan itu karena angin, bukan karenaku.

Sudah seminggu ini aku melewatkan senja yang selalu terbingkai manis di jendela kamarku. Aku biasa menikmatinya sambil duduk di bibir jendela, ditemani secangkir lemon tea hangat. Membiarkan kedua kakiku menggantung bebas dan berayun di udara, meski kadang dadaku berdesir karena aku selalu takut ketinggian, tapi aku selalu sungguh-sungguh menikmatinya.

Sudah seminggu ini aku sibuk karena kau. Tidak, sebenarnya tidak seperti itu! Yang sebenarnya adalah aku sibuk karena diriku sendiri, hatiku tepatnya. Soal harapan yang melambung, soal rasa yang salah dan soal cinta yang tak bersambut. Aku mengalami aneka rasa yang silih berganti menyesaki dada. Dan aku tak kuasa menumpahkannya, tak tahu harus membaginya pada siapa lagi. Keluh kesah yang terucap dalam doa belum juga mengenyahkan semuanya.

Aku sadar sedari awal, kepergianmu hanya tinggal waktu. Seperti juga yang lain, akupun tak pernah bisa menerima kehilangan. Sekalipun itu hanya sepihak, sekalipun perasaan memiliki itu hanya aku yang merasakan. Aku memang tak bisa meyakinkanmu sejak awal, bahwa cinta yang kumiliki adalah cinta yang kau cari. Bahwa cinta yang kupunya bisa memuaskan dahagamu akan bahagia. Tapi kau tak cukup dengan itu dan aku tak bisa menjanjikan lebih dari itu.

Dalam hitungan hari kau akan pergi, aku begitu yakin kau akan pergi selamanya. Jangan takutkan aku, semuanya akan baik-baik saja disini. Kumohon, jangan pernah mengingatku lagi karena sejak hari ini akupun tak ingin mengingatmu lagi. Kau seperti daun luruh, terbang tersapu angin, jauh mengembara dan tak kembali!

(Curhat colongan; X, saatnya kau cari lagi…ayo semangat!)

at 1:15 AM 0 comments

  • didats