Friday, December 30, 2005

FLASH BACK (Aku Masih Ada!)

Berapa banyak hal yang telah kucapai tahun ini? aku tidak berani menghitungnya, karena aku baru melangkah dari titik O awal tahun lalu. Namun aku tak mungkin menafikan ANUGRAH sebesar semesta jagat yang Allah berikan padaku!

Kemenangan Pembangkit Semangat
Rasa syukurku tak terkira, saat diri merasa tak berguna - Sang Maha Pemberi menganugrahkan kemenangan kecil yang membuatku bisa berkata lantang : Art is my life! Sampai dengan bulan ke 4, aktifitasku berkutat dengan demo dan mengajar batik, bagaimanapun itu berkah yang luar biasa...sementara aku menunggu untuk masuk kerja menjadi pegawai pemerintah.

Pekerjaan Baru
Semua kebaikan sepertinya berpihak padaku, angin perubahan terasa kencang di tempat kerjaku yang baru dan dari awal kami (anak-anak baru) didesain dan disiapkan untuk mengganti senior-senior kami yang pada tahun 2007 sebagian besar purna tugas. Tentu pekerjaanku belum sempurna, aku masih belajar dan akan terus melakukannya. Dan bermacam kesempatan belajar telah dibuka lebar-lebar bagiku....Semoga mimpiku untuk belajar ke luar negeri bisa terwujud!
Keuangan : Lampu Merah!
Tidak semua rencana berjalan mulus, awal tahun keuanganku hancur-hancuran...boleh dikatakan BANGKRUT! Alhamdulillah, perlahan membaik dan itu menjadi pelajaran bagiku bahwa UANG BUKAN JAMINAN KEBAHAGIAAN!
Warna Baru Hidupku : Blogger!
Dunia maya tanpa batas telah menjadi jembatan bagiku untuk mengenal berpuluh karakter yang unik, mencengangkan dan luar biasa! aku banyak belajar dari mereka. Thanks dQ, udah ngracunin aku untuk nge-blog! mesti tidak akrab dengan semuanya, namun beberapa sudah menjadi karibku...dan akhir pekan selalu menjadi saat yang kutunggu untuk bercengkrama dengan mereka.
Menularkan Virus Batik
Banyak dari para blogger yang mempunyai darah seni dan selama ini dibiarkan sia-sia.Beruntung beberapa mau menjadi murid (bahkan udah jd mentor!) setia museum dan hari-harinya kini diisi dengan membatik : dQ, Ben...selamat ya, kalian layak dapat BINTANG JASA PELESTARI BUDAYA! hehehe
Cinta! Kemana kucari?
Untuk yang satu ini...aku menyerah! aku kehilangan kata untuk melukiskannya.
Banyak impian-impian besar yang ingin kuwujudkan tahun depan, aku tidak mau takabur tapi Insya Allah beberapa diantaranya akan kuwujudkan :
1. belajar bahasa asing selain Inggris
2. menyelesaikan novelku
3. bikin buku tahunan (kok, tahun ini belum bisa ya?)
4. syukur-syukur dapat beasiswa buat S2 di luar negeri
5. mengunjungi beberapa daerah di Indonesia yang belum pernah kupijak tanahnya
6. syukur-syukur dapat kesempatan jadi Market Intelligence di luar negeri saat ada program pameran di kantorku.....( berapa puluh senior yang mesti kulewati ya?)
7. mencari cinta dan mendapatkannya......GUBRAK!
8. merealisasikan blogg batik bareng dQ dan Ben dan mengajar batik di Sekolah Murah TIM setiap minggu
9. OLAHRAGA....ayo dong GUS! perutmu udah gendut! hahaha
10. mengatur keuangan lebih baik
Semua harapan aku tumpukan pada-Mu, karena daya-Mu yang bisa mewujudkan semuanya. Aku akan berusaha keras untuk mewujudkan beberapa! (tidak semua, karena aku sadar keterbatasanku)
SELAMAT TINGGAL 2005, jejakmu telah menguatkan aku
SELAMAT DATANG 2006, aku yakin bisa menahlukkanmu!

at 1:56 AM 10 comments

Friday, December 23, 2005

PERJALANAN 31/2 - YOGYA (30 nov - 2 des) :GEJALA FLU BURUNG dan BECAK MURAH!


Selasa 29 Nov.05
Kemacetan lalu lintas di seputar WTC Mangga 2 benar-benar membuat ciut nyali kami, pulang dari kantor jam.16.30 dan kami perkirakan jam 18.00 sudah sampai bandara! ternyata nyaris 1,5 jam kami terjebak di situ. Mr.Herbert Ammann, yg sudah beberapa kali di Indonesia tidak heran dengan keadaan itu, dengan santainya dia malah tertidur pulas di mobil. Sementara Pak Al (eselon 3) ngomel & ngedumel dengan sopir yang salah ambil jalur. Aku? diam di belakang sambil terus membaca. Jam 18.35 kami baru sampai di Bandara, padahal 10 menit lagi pesawat lepas landas! dengan berlari kesetanan kami menuju pengecekan tiket. Petugasnya dengan enteng menjawab..nggak perlu tergesa-gesa pak,bu! pesawatnya dilay kok. Menunggu memang menjemukan, tapi aku tak terlalu memusingkannya karena ada buku yang menemaniku selama menunggu. Perjalanan 50 menit tak terasa, setiba di Yogya 3 petugas dari Disperindagkop setempat sudah nongol di bandara. Kami langsung meluncur ke Grand Melia - tempat Mr.Ammann menginap. Setelah dia check in, kami langsung menuju Bakmie Kadin untuk makan malam, setelah itu menuju Bintang Fajar tempat kami menginap ( hehehehe..cari yang irit, biar sisa uang perjalanannya bisa buat beli oleh2)
Rabu, 30 Nov.05
Acara company visit dimulai jam 09.00 ke 3 perusahaan berturut-turut, diselingi makan siang di RM Sederhana ( jauh-jauh ke Yogya makannya kok nasi Padang..hahaha). Mr.Ammann dengan gaya yakin mengatakan kalau sambalnya kurang pedas! Iyalah- secara dia bule tapi selera lidahnya Makassar! (anak pertamanya bahkan nongol di Makassar!) Setelah makan siang, kami melanjutkan kunjungan ke 2 perusahaan lagi, salah satunya PT.Maleha (menurutku ini yang terbesar di Yogya). Menjelang Maghrib acara kunjungan selesai, setelah mengantar Mr. Ammann ke hotel kami memutuskan untuk makan malam di Ayam Goreng Suharti. Berhubung harus bikin laporan, mau gak mau aku ngendon di kamar sambil melototin notebook sampai jam 23.

Kamis, 01 Des.05
Ms.Ammann sakit, jadi tujuan pertama kami ke dokter. Dia takut karena hari senin sempat mengunjungi penangkaran buaya di tangerang, dimana bulu-bulu ayam bekas makanan buaya berserakan di sana-sini...Saya takut flu burung,katanya.>"Acara company visit dipersingkat dan disepanjang jalan Ms.Ammann kami biarkan tidur. Makan siangpun jadi kurang menyenangkan, aku yang pada dasarnya nggak suka makanan manis, makin sebal melihat Budeg -ehhh salah,Gudeg! Habis mo makan apa lagi?
Perjalanan kami lanjutakan ke ATK (Akademi Teknologi Kulit), yang berada di pinggir kota Yogya- di tengah sawah. Setelah puas berkeliling, kami segera meluncur pulang dan mengantar Ms.Ammann ke hotelnya. Acara makan malam dengan salah satu pengusaha kulit yang kebetulan punya resto terpaksa kami batalkan. Mood Ms.Ammann rupanya juga mempengaruhi kami, kami tak berniat makan malam namun demi kesehatan kami paksakan ke RM.Padang untuk dibungkus dan dimakan di hotel.
Malam hari, gerimis turun dan karena tidak ada aktivitas lagi aku bersama Mbak Qo (seniorku) menyempatkan jalan-jalan ke Malioboro untuk mencari batik buat suaminya. Naik taksi hanya 15 menit dan bersyukur Malioboro cukup lenggang, kami bisa berjalan di sepanjang trotoar tanpa harus tubrukan dengan orang yang lalu lalang. Selesai Mbak Qo memborong 4 buah baju Batik, kami berniat pulang naik becak...(aku lupa kapan terakhir naik becak!) tanpa tawar-menawar kami sepakat dengan abang becak untuk membayar Rp.7.500,-
Abang Becaknya terlalu-PD, akibatnya sepanjang jalan dia tanya sana-sini untuk menuju ke hotel...dan kami rasa-rasa ternyata hotel tempat kami menginap cukup jauh! sampai di hotel jam 22.00
Betapa herannya resepsionist hotel saat mengetahui kalau kami hanya membayar Rp.7.500,- . Biasanya Rp.15.000,- lho katanya. Aku dan Mbak Qo saling berpandangan, untung tadi kami kasih lebih! Kami pikir-pikir jarak tempuh tadi memang jauh dan melelahkan!
Jumat,2 Des 2005
Jam 07.00 aku sudah siap mengutak-katik LCD dan notebook, gak tahu kenapa visualnya gak nongol di layar, akhirnya kami pakai notebook punya Disperindagkop Yogya. Jam 09.00 acara workshop dimulai dan aku bersyukur melihat Ms.Ammann sudah lebih baik. Acara berlangsung lancar dan meriah, meskipun hanya 2,5 jam namun para pengusaha kulit Yogya cukup antusias melakukan tanya-jawab dengan Ms.Ammann. Jam 11.15 Ms.Ammann menyudahi tanya-jawab dan segera meluncur ke Bandara karena sore harinya harus sudah di Surabaya. Sementara kami istirahat dan makan siang dan dilanjutkan dengan Sholat Jumat. Jam14.30 kami check out dan langsung menuju ke pusat gudeg , sekedar oleh-oleh buat Ibu Kost tercinta. Lalu ke pusat oleh-oleh untuk beli Bakpia Pathok, Belut, Ampyang, Rengginang ..... yang bikin bawaanku tambah banyak!
Jam 17.30 pesawat meluncur dengan mulus menuju ke Jakarta, sampai di Bandara Soekarno Hatta jam 18.15 dan langsung buru-buru pulang naik Damri ke arah Slipi. Sms ama dQ di sepanjang jalan karena aku janji mo bergabung dengan para Blogger narsis untuk kareoke bersama di NAV.
Sampai kost jam 20.00 hanya naruh koper dan dengan semangat tempur langsung melanjutkan perjalanan ke NAV-Fatmawati...Aku mo nyanyi! Para blogger narsis tunggu aku!
bersambung di perjalanan Yogya II

at 8:18 PM 1 comments

BELUM SELESAI, hampir.....

Y : kamu bukan pahlawan,tapi kamu telah melakukan banyak hal terbaik dalam hidupmu. maafkanlah dirimu atas apa yang belum teraih. begitu banyak hal yang telah kau bagi. sekarang saatnya kamu memikirkan dirimu dan membuka hatimu untuk menerima.

X : belum cukup apa yang kuberi, takkan cukup bahkan!

Y : rileks, kamu terlalu keras pada dirimu. lepaskan semua. lihat sekeliling, banyak hal luar biasa yang telah kau lewatkan dalam hidupmu.

X : hidup ini keras bukan? aku harus mengikuti iramanya, kalau tidak aku akan terseok dan tak mampu mengejar.

Y : tapi jangan ingkari kalau kamu merasa hampa dan kosong, apa kamu pernah mencintai selepas dia pergi?

X : semuanya telah pergi bersamanya, kalau aku memutuskan melanjutkan hidupku-itu karena aku punya banyak kewajiban yang harus diselesaikan.

Y : kamu sudah menyelesaikannya.lalu?

X : belum semua,hampir...mungkin aku akan seperti Veronika saat memutuskan mati,kalau selepas ini aku tidak juga merasa lega

Y : aku kehilangan cara untuk membantumu sembuh

X : (tertawa) kamu selalu melakukannya. sudahlah! aku masih menikmati semua hal yang menurutmu telah membuatku sakit.

Y : lalu bagaimana perasaanku yang tak pernah kau indahkan? (Y mengambil tangan X dan meletakkan di dadanya) kau dengar? semuanya tentang kamu!

X : (menggeleng) kau tahu beribu alasan yang membuatku mengatakan TIDAK,jangan kau bebani aku seolah aku berperan atas perasaanmu padaku!

Y : kamu egois, kamu tidak pernah merasa berdosa setelah melukai banyak hati!

X : pernah aku menawarkan hatiku padamu? pernah aku datang padamu dengan perasaan menggebu dan mengatakan I LOVE YOU? (X menatap mata Y lekat) tidak pernah kan? yang lainpun seperti itu! aku tidak pernah menawarkan apapun.please.....

Y : kamu tidak akan pernah selesai menata hatimu, tidak ada siapapun bisa melakukannya. selama kau membuat benteng dan menguncinya rapat. beri aku celah, sebesar lubang kunci tak apa, setidaknya aku bisa mengintipnya.

X : (tertawa) kau sudah mengintipnya.tapi untuk apa kalau aku tidak mengijinkanmu masuk?



jawab yang tak terpuaskan
diam yang semakin mengurai tanya
waktu tak mampu menyelesaikan dialog itu




untuk seseorang yang berusaha singgah

yogyakarta, 28 Des.05

at 6:15 AM 1 comments

Monday, December 05, 2005

BAPAK, bermilyar doa mengiringi KEPERGIANMU!

Tuhan telah takdirkan 3 minggu yang lalu menjadi waktu terakhir bagiku untuk bertemu dengan Bapak. seperti biasa, kami saling bertukar kabar tentang pekerjaan masing-masing dan tentang kelucuan ke-2 keponakanku. selebihnya kami terjerat dalam kebisuan mesti hati kami saling berbicara intim yang tak henti mensyukuri pertemuan itu.
minggu 4 desember, jam 20.00! sebuah nomor tak dikenal muncul di layar hpku, diulang tiga kali dan aku tidak bergeming karena aku masih di kendaraan umum yang sesak dan rawan. namun karena bunyinya yang mengganggu, akhirnya kuangkat juga dan pandanganku sesaat gelap-aku limbung mendengar sahabatku mengabarkan berita yang sampai kini tak bisa kupercayai....GUS, BAPAK MENINGGAL!
aku telah kehilangan bapak kandungku lima tahun lalu, tapi kehilanganku kali ini lebih menyesakkan daripada saat kehilangan bapak kandungku.
apa yang aku bangun bersamanya adalah sebuah hubungan yang unik, aku menganggapnya sebagai guru, atasan,teman dan sahabat.dia menganggapku sebagai anak, karyawan, paman bagi anak-anaknya dan teman berbagi cerita (mesti kami lebih sering diam saat bertemu tapi kami saling merindukan bila beberapa lama tidak saling berkabar)
10 tahun kami membangun hubungan kekeluargaan dengan beliau, banyak moment tak terlupakan yang akan kukenang sepanjang hayat :
- saat hendak menikah dan cincin kawin beliau ketinggalan, akulah yang pontang-panting membawakannya ke ke tempat pernikahan.dia memberitahuku jam 22.oo malam dan cincin itu diperlukan besok paginya jam.08.00 untuk acara ijab kabul! perjalanan Jakarta-Slawi terasa begitu panjang...beruntung, jam 06.00 pagi aku sampai ke lokasi hingga acara ijab kabul terlaksana dengan hikmat.
- sejak si sulung, Prima, berumur tiga bulan, aku selalu dilibatkan dalam mengasuh dan membesarkannya. sabtu dan minggu selalu menjadi waktu special bagi Prima untuk memilikiku utuh. begitu pula saat junior lahir, Kiki. meski tidak begitu intens namun saat-saat pasca operasi (2 kali), selalu menjadi giliranku untuk menemaninya karena Bapak tidak pernah tega melihat jarum infus dan bermacam selang menempel di tubuh anaknya.
- bila Bapak tidak ada/ke luar kota sementara Mama,Prima dan Kiki ada acara, aku harus ada diantara mereka. beliau selalu berkata: Prima hanya tahluk padamu, babby sitter atau pembantu sudah sibuk mengurus Kiki.jadi dalam acara apapun, aku selalu hadir diantara mereka.
- di dunia ini, mungkin aku satu-satunya karyawan yang memperloleh hak istimewa untuk mengatur waktu kerjaku, aku bisa meninggalkan kantor kapan saja saat ada kuliah tambahan, yang penting pekerjaanku selesai.itupula yang membuat aku selesai kuliah tepat waktu dengan nilai sangat memuaskan meskipun siang harinya aku harus bekerja. beliau tidak pernah menghalangiku untuk maju, terbersit selalu harapannya agar kelak aku dapat meneruskan semua usaha yang kami rintis.
- pernah suatu saat perusahaan mengalami masa sulit, terpaksa kami makan mi goreng sepiring berdua asalkan karyawan lain tetap mendapatkan haknya. tak jarang pula gajiku tertunda karena digunakan untuk keperluan kantor yang lebih mendesak.
- beliau suka sekali mie goreng/mie rebus bikinanku, meskipun ada pembantu di rumah, saat beliau pengin makan mie dan kebetulan aku ada, pasti aku yang didaulat untuk membuatnya.padahal aku tidak pernah mencampurkan bumbu lain dalam mie tersebut! beliau selalu bilang: kalau kamu yang bikin bumbunya dan matangnya pas.
dalam hubungan kami, hanya sekali pernah terjadi konflik antara kami dan aku memutuskan bolos kerja selama tiga hari. akhirnya beliau memanggilku untuk masuk dan bilang kalau Prima kangen padaku. Sejak itu beliau tidak pernah marah hebat lagi!
okober tahun lalu, aku membuat keputusan tersulit yang mungkin tidak akan beliau lupakan: Aku memutuskan keluar dari kantor saat beliau membutuhkanku untuk membesarkan usaha beliau di Semarang. aku memberitahu sehari sebelum aku keluar, beliau diam dan hanya bilang : HATI-HATI!
tidak ada masalah yang membuat aku keluar dari kantor itu, aku hanya mulai tidak menyukai kenyamanan, aku butuh bidang baru untuk menyalurkan bermacam ide yang tak henti menari di otakku. aku harus mencari bidang lain menggali bakat dan kreatifitas diriku.aku tidak pernah menyesali keputusan itu, meski kadang-kadang Mama mengatakan betapa sedihnya Prima saat kehilangan aku.
aktivitasku yang bejibun, kadang membuat aku lupa untuk bersilaturahim dengan beliau. mesti sudah kuupayakan sebulan sekali paling tidak mengunjungi beliau, namun rencana itu sering tidak kutepati. dan aku menyesal tidak ada didekatnya di saat-saat terakhir kehidupannya.
moment ulang tahunku, selalu menjadi saat bagi beliau menunjukkan perhatian dan kasih-sayangnya; akomodasi dan uang saku untuk berlibur ke Bali, uang untuk traktir teman sekantor, jam tangan bermerk, handphone (yang sekarang sudah butut namun tak akan kuganti!) atau celana jeans LEVI'S yang sampai sekarang aku anggap terlalu mahal!
aku tak sanggup menghitung (dengan mesin hitung tercanggih sekalipun) semua kebaikan beliau!
minggu, 4 desember jam 21.00! sesampai di RS.Mitra Internasional-Kampung Melayu, aku bergegas ke kamar jenazah, memberi salam kepada semua keluarga dekat Bapak yang selalu menganggap aku sebagai bagian dari mereka. Aku masih kuat menahan kesedihan, tapi saat Budhe (kakak Bapak) memelukku dan menyampaikan permintaan maafnya, aku tak kuasa menahan air mataku.Budhe menuntunku untuk melihat wajah beliau yang terbaring damai terbungkus selimut putih. saat selesai disucikan, aku bersyukur diperkenankan membantu meng-kafani beliau karena itulah bentuk bakti dan sayangku yang terakhir untuk beliau. sebelum wajahnya ditutup kain kafan dan kami diijinkan memandang wajahnya untuk terakhir kali, aku kembali menitikkan air mata...di wajahnya tersungging senyum! Tuhan, semoga beliau dalam damai-Mu.
aku masih sering menangis sesudahnya, saat berpelukan dengan teman-teman kantor lama yang begitu mencintai beliau dan kaget dengan kematiannya yang tiba-tiba atau saat ibu mertua beliau datang dan menyongsongku dengan pelukan! Tuhan, begitu banyak yang kehilangan beliau! mengapa Kau memanggilnya terlalu cepat?
selepas subuh, jamaah masjid depan rumah, tetangga, keluarga dan teman-teman memanjatkan doa untuk beliau, aku yang memang cengeng tak berhenti tersedu. Tuhan, mungkin ini rencana yang terbaik bagi kami, kuatkanlah kami yang ditinggalkan!
senin 5 desember jam 08.05 wib, jenazah beliau dibawa ke peristirahatan terakhir di Purbalingga-Jawa Tengah. aku tidak ikut karena harus melayani tamu-tamu yang datang berkunjung di rumah.
malam harinya, aku tidur di rumah sendirian, memandangi setiap sudut jengkal rumah yang andainya dindingnya kutulis takkan cukup kata untuk mendiskripsikan kebaikan beliau. membuka salah satu kamar di lantai atas yang memang disediakan untukku, aku baru sadar kalau beberapa dinding rumah sudah kosong, foto-foto keluarga sudah dilepas...mungkin harus begitu karena foto-foto itu terlalu memaksakan diri untuk menghadirkan banyak kenangan tentang beliau!
aku masih harus menyelesaikan pekerjaan yang belum beliau tuntaskan, aku berjanji dengan keterbatasanku untuk tetap menjalin silaturahim dengan Mama, Prima (6 tahun), Kiki (4 tahun) dan keluarga besar beliau.
aku tidak bisa menyalahkan Tuhan atas takdir beliau, yang masih aku selalu pertanyakan adalah bagaimana harus menjelaskan pada Prima dan Kiki tentang kematian beliau. bagaimana kelak mereka tanpa figur ayah dalam kehidupannya?Tuhan Sang Pembuat Rencana, berikan keluarga beliau yang terbaik dalam kehidupan di masa datang!
Takkan cukup waktu untuk bertutur dan mengurai kisah tentang beliau! aku masih kehilangan dan akan tetap kehilangan! tapi aku harus tegar, seperti yang selalu beliau ajarkan!
Selamat tinggal BAPAK, I love you so much!

at 10:30 PM 21 comments

  • didats