Sunday, May 13, 2007

Pemeran Pengganti

Tak bisa bersandiwara
Berpura-pura tak mencintaimu
Dunia inginku berperan
Sebagai orang yang dapat tetap hidup
tanpamu........
(by Andi Rianto & Monty Tiwa feat Annissa)

apakah aku masih layak menempatkanmu di tempat istimewa? di tempat yang hingga kini kukosongkan untukmu? tempat yang sampai detik ini, hanya kau yang kuanggap layak, orang teristimewa yang mampu menggetarkan hatiku. dan hingga kini hanya kau yang mampu. hanya kau!

selalu ada sosok lain yang menggoda dan menggetarkanku, mengusik seluruh indraku untuk berpaling darimu. aku lebih sering tergoda, tapi sesudahnya hatiku hampa. merasa mengkhianati kata hati yang seharusnya kujaga tetap suci. kau selalu muncul seperti hantu saat hatiku bersiap menerima cinta yang lain. tak mampu kuusir sekalipun kurobohkan singgasana milikmu dihatiku.


setelah itu, aku yang mendekam seperti pesakitan.

at 11:42 PM 0 comments

Wednesday, May 02, 2007

Salam Untukmu

hai, apa kabarmu? kemarin kutitip salam pada pelangi, sampaikah padamu? apa? kau belum menerimanya....oh, tidak! oke, akan kukirim lagi untukmu. mungkin pelangi lupa saat bidadari mulai menitinya, dia tinggalkan salamku begitu saja.
sudah sampai kan? baru saja udara menyampaikannya untukmu. salam seperti biasa, penanda rindu dan kangen yang harus selalu kusampaikan agar kau tidak melupakanku. apa? belum sampai juga? ah, mungkin udara salah menukik, hingga salam itu terdampar di tempat yang lain.
sekarang aku kirim lagi ya, tunggu sebentar! awan sedang melukiskan salamku untukmu. salam seperti yang dulu, penuh doa dan harapan agar kau disana penuh kebahagiaan. kau tidak bisa melihatnya dari langit rumahmu? duh, kemanakah awanku berarak? mengapa dia membawa mendung ke tempatmu, bukan salam indah yang kupesankan untukmu?
oke, aku akan mencoba lagi! kali ini ombak yang akan membawa salamku ke pantaimu. bukanlah kau selalu bermain pasir sambil menunggu senja turun disana? semoga arus tak salah membawanya. celaka! tak ada ombak yang menghampiri pantaimu? tak ada bisik nyiur yang menyampaikan salamku? dengan cara apa lagi aku harus menyampaikan padamu?
dua tahun..................
aku masih mengirim salam untukmu, kutitipkan pada alam yang tidak pernah berpihak. harapanku, kelak kau akan menerimanya meski bagimu telah usang dan basi.
tapi aku akan tetap melakukannya karena aku mencintaimu...

at 7:44 PM 17 comments

  • didats