Tuesday, June 27, 2006

segitiga patah sisi

sekali lagi maafkanlah, karena aku cinta kau dan dia
maafkanlah ku tak bisa tinggalkan dirinya

(by Achmad Dani)

aku berusaha adil, berusaha membagi hatiku dalam porsi yang sama : setengah untukmu dan setengah untuknya. bila dalam tiga hari ini, dia begitu menyita hampir semuanya, itu bukan karena aku tak lagi menginginkamu. bukan itu alasannya! dia lebih membutuhkanku, dia sedang rapuh dan cintaku adalah obat yang akan membuatnya bangkit.
aku sama sekali tidak melupakanmu, aku tetap menelponmu, tetap mengirimkan sms penanda rindu. apakah itu untuk sementara tak cukup? hanya sementara, kau sebagai yang pertama akan tetap mendapatkan hatiku kembali.
kalau kau tanya kenapa aku mendua? entahlah, cinta tak pernah bisa kita mengerti bukan? kehadiran cintanya sama bergairahnya dengan yang kau punya, menghadirkan getaran indah tak terbaca. kalau kau mengatakan aku egois- aku terima tuduhanmu itu. tapi aku tidak pernah berpura-pura mencintaimu, yang hadir diantara kita memang bukan lagi ledakan magma tapi kelembutan yang sama kita rasakan dan selalu saling kita butuhkan.
saat kau melepaskan gundahmu dan mengucapkan kata yang menyakitkan itu, aku masih limbung tak percaya. aku belum pernah merasa seputus-asa ini. aku hampir tak bisa membayangkan bagaimana hidupku akan genap bila kau tak menginginkanku lagi.
kalau kau bertanya apakah dia bisa menggenapi? aku akan mengatakan "ya"-sebagian. karena peranmu dan perannya tidak bisa saling digantikan. kalian adalah mahkluk sempurna yang akan menyempurnakan hidupku.
kau adalah tujuan hidupku, kelak kau adalah ibu dari anak-anakku. aku bahkan sudah membangun istana untukmu yang setiap malam kuimpikan kau ada didalamnya membuat istana itu lebih bermakna.
tolong, jangan memintaku untuk meninggalkannya! dan jangan pula tinggalkan aku, karena tanpamu aku tidak sungguh-sungguh hidup!
tuhan, salahkah bila kucintai keduanya? bukankah Kau yang telah memilihku untuk mencintai dua hati?
(buat adikku, semoga hari ini langit pagi tak lagi mendung!)

at 5:51 PM 14 comments

Monday, June 19, 2006

5 hal yang bikin JENG ENY PUAS

hatiku sebenarnya masih mendayu-dayu, tiba-tiba sang mantan model yang juga punya perusahaan kontraktor (ingat, bukan perusahaan kontrakan..hahaha) memberiku pr yang harus segera dikerjakan, tanpa pakai tenggang waktu pula. ya udah, daripada tiap hari dicerewetin via YM, mending aku tulis aja 5 hal yang membuatnya puas...dan inilah dia:
5 hal yang pernah kulakuin :
- sekolah (hahahaha...jangan protes)
- sekolah lagi
- sekolah maneng
- membatik (jadi murid, juga guru..tergantung kebutuhan. ada yang mo hatinya dibatik?..yuks!)
- kerja kantoran ( dr swasta ke negeri. pernah sumpah2 gak mo jadi pns, dasar nasib...akhirnya
terjerumus juga)
5 tempat yang pernah ditinggali :
- rembang
- rembang lagi
- magelang
- tasikmalaysia (tasikmalaya maksudku..dulu sebelum jadi malaysia namanya kan malaya)
- jakarta
5 film yang sering ditonton (siapkan tissue dong!) :
- sleepes in seattle (dimana soulmateku...dimana soulmateku?..hihihihi)
- you've got mail (sekarang sedang mengusahakan dapet jodoh dr dunia maya)
- message in the bottle (yang jelas aku ama kevin romantisan aku...gubrak!)
- while you where sleeping (bayangin jd bill purman, dipeluk n dicium sandra bullock..tolong!)
- sound of music (bayangin jadi kapten van trapp..hahahaha..gak jadi ding, aku kan blm tuwir)
5 acara tv yang sering ditonton :
mbakyu kamu bikin akyyu malu, aku kan anak kost, kaum dhuafa di belantara jakarta...hoooi aku gak punya tv! puas?
5 makanan/minuman favorit :
- air putih (dengan gelas bekas lipstik tamara...sruput!)
- air putih
- ein glas mineralwasser
- makanan yang pedas-pedas
- sayur mrica bikinan mbok tercinta (ngiler n ngeces mbayanginnya)
5 situs yang sering dibuka:
- blogku sendiri dong
- yahoo
- nafed.go.id (secara kerjaanku di sini..hehehe)
- situs statistic, trademap n market research (biasalah, sok pinter...hehehe)
- mampir ke blog siapa aja
(ada yang lain sebenarnya, situs yang itu-tu, tahu kan apa yang kumaksud..sensor ah!)
secara aku bukan dokter, aku gak terima pasien. MBAKYU UDAH PUAS KAN? ahhhh, aku yang lemas!

at 5:06 PM 14 comments

Thursday, June 15, 2006

cinta tak pernah berhitung

ibumu menatapku lekat, menunggu jawabanku. aku yakin, apapun jawaban yang kuberikan tak kan mampu merubah keadaan kita.
saya harus pergi Bu, ada dia yang mencintai anak Ibu,D.
bukan dia, kau yang dicintai anakku. saat berjuang antara hidup dan mati, namamu yang selalu disebut.
itu pengaruh obat dan rasa sakitnya, bila kesadarannya pulih, kehadiran dia akan membantunya melewati semua.
lalu apa arti peranmu selama ini? perjuanganmu untuk membuatnya sembuh? apakah kamu rela dia yang akan memenangkannya?
aku termangu, mempertanyakan hal yang sama pada hatiku. ya, apa yang akan kudapatkan kalau aku pergi? tapi segera kubunuh pertanyaan itu karena cinta tak pernah berhitung! dan karena cinta tidak untuk dimenangkan, membiarkannya bahagia adalah kemenangan yang sesungguhnya.
kau sudah menjadi tungku bagi jiwanya, kau nyalakan semangat hidupnya. setelah itu, apa kau tega memadamkannya?
saya yakin D akan bisa melewati semuanya, dia tidak serapuh yang Ibu kira.
aku lebih tahu daripada kau.
ibumu seperti kehilangan kata untuk membujukku. demi ibu, tolonglah, tetaplah tinggal!
maaf bu, saya tidak mampu
dua minggu itu, duniaku jungkir-balik. menata rasa adalah hal terberat yang harus kulalui. kau membuatku kembali menerima dirimu tanpa bertanya. aku bisa berbuat apa? membiarkanmu terkapar dan sepanjang malam merintih membisikkan namaku?
kulupakan pipi legam dan bengkak akibat tamparan kakakmu yang tak menginginkanku. kulupakan luka yang kau toreh sebulan sebelumnya, yang membuatku tak lagi merasa hidup! kulupakan semuanya demi kamu, demi kalian! setelah kau melewati semuanya, aku akan berusaha pergi. aku bahkan berharap kau memintaku untuk itu, agar semuanya lebih mudah bagiku.
apa lagi yang tersisa, kau telah membawa semua hatiku. setiap malam saat menemanimu bangun dari suri, aku berharap bisa mencintaimu lagi tanpa syarat. saat kau mengingaukan namaku kusisipkan dalam hati, sebuah keyakinan bahwa itu sebenarnya yang kau inginkan- yaitu diriku.
tapi hati harus berdamai dengan kenyataan, dia masih menginginkanmu! yang dengan kasih sayang mampu merawatmu sebaik aku, mungkin lebih baik bahkan. seharusnya aku hanya menginginkan kesembuhanmu, bukan lagi cintamu. luapan cinta yang terlanjur memenuhi perasaanku bisa saja menipu, karena aku hadir saat sebagian hatimu masih tetap miliknya.
bu, aku titip surat ini untuk D. tolong sampaikan.
andai ibu bisa menahanmu?
aku memeluknya erat, seorang ibu selalu tahu apa yang baik buat sang putra. tapi kali ini aku tidak bisa memenuhi inginnya agar aku tetap di samping sang putra tercinta. aku kembali ke ruangan D, melongok dari celah pintu untuk terakhir kali. apa yang dia dan D lakukan tetap saja membakar cemburuku. menampar kesadaranku akan cinta yang tak surut.
aku pergi! semoga kalian bahagia. bisikku, tersapu angin lalu.
ibumu menangis untukku, aku lebih dari itu! kehilangan harapan akan cinta adalah kematian perlahan, yang panjang dan diam-diam akan membenamkanku pada kematian yang sesungguhnya.
< maaf bu, aku tidak datang dipemakaman putra tercintamu, aku tak sanggup! karena aku sudah mati, detik itu, detik saat sejengkal kutinggalkan tempat dia dan D terakhir kali.>

at 3:00 AM 12 comments

Thursday, June 08, 2006

cheese cake

kususun keberanian untuk melangkah mendekat, kau akhirnya menoleh saat mendengarku meletakkan cheese cake di meja. kenikmatan yang belum tuntas berganti tatapan heran di wajahmu, kau segera lepas dari pelukannya dan mencoba meraihku. tubuhku mendingin, amarah yang membakar tak mampu kutumpahkan. aku berbalik arah dan berlari sebisaku. menjauh, sejauh yang kubisa, meskipun hatiku tak mampu.


aku sudah membayangkan pesta ulang tahunmu yang indah, sambil menikmati lembutnya krim keju di balkon apartemenmu. hanya kita berdua, berpelukan sambil menatap senja di garis cakrawala. tapi mengapa dia hadir mengacaukan mimpiku? atau sengaja kalian hendak melukaiku dengan cara seperti ini? atau untuk membukakan mataku bahwa aku bukan siapapun bagimu? dan untuk membuatku bangun dari mimpi bahwa hanya dia dan selalu dia yang membuatmu genap?

kalau itu yang kau inginkan, kau berhasil membuatku menjadi pecundang! membuatku menelan kekalahan telak. kalau kau tak menginginkanku, mengapa kau membiarkan aku menempuh jalanmu? aku telah melewatinya separuh lebih dengan kesungguhan yang sarat harapan. dan aku sudah merangkai rencana, suatu masa kau akan bersamaku di ujung waktu.
tapi harapan bisa mengecoh, seperti mimpi basah yang nikmat namun sesaat. begitu berakhir, hanya kehampaan dan harapan tanpa tepi. kau datang saat hatiku ranum, mudah sekali terperdaya. kau tahu betul bila kau adalah bintang tak terjangkau bagiku. kau adalah tujuan yang membuatku tetap bernapas, bergerak dan tumbuh.
aku percaya saat kau datang padaku, kau benar-benar tidak lagi menginginkannya. aku percaya bahwa dia sudah mengkaramkan hatimu dan kau akan jera karenanya. aku tidak salah kalau berharap kau akan melupakannya karena aku akan membantumu untuk itu.
aku merasa hidup, enam bulan denganmu adalah bagian terindah yang membuatku percaya cinta dan kekuatannya. apakah aku salah menyangka kalau kaupun menikmatinya? apakah keriangan, kebisuan yang intim saat kita duduk berdua adalah sandiwaramu untuk membuatku berharga? apakah malam yang panjang penuh geliat hanyalah gurauan untuk menunggu pagi datang?
aku tak ingin kau bandingkan, semua miliknya selalu membuatmu merindu. saat bersamaku, tak jarang kau ungkapkan hal itu. anehnya, rasa cemburuku semakin membuatku mencintaimu. membuat doa panjangku penuh dengan namamu.
hujan mengantarmu malam itu, dengan cheese cake yang sore tadi kuhadiahkan untukmu. aneh, aku tetap tergesa membukakan pintu untukmu dan mencemaskan tubuhmu yang menggigil dan bibirmu yang membiru. aku tanggalkan bajumu satu demi satu karena kau tak kuasa melakukannya, kurebahkan dirimu di sofa yang selalu menjadi tempat favoritmu. kau tak berkata sepatahpun, namun pandanganmu menghiba.
kubungkus dirimu dengan berlapis selimut, kubelai anak-anak rambut yang menghalangi bening matamu. kau masih belum bicara tapi tanganmu menggapai mencari genggaman. aku mnyambutnya dan membiarkanmu mengenggamnya. begitu kau terlelap, aku tak lagi ragu menangis untukmu.
kuletakkan cheese cake di atas meja kecil di sisi sofa, sudah tak berbentuk, tapi namamu masih terlukis indah. aku masih sesekali menyeka kristal bening yang meluncur di pipi, menyusun lilin di atasnya dan menyalakannya untukmu. aku terbaring di bawah sofa, menjaga agar lilin-lilin itu tak padam sampai kau meniupnya nanti. aku menggantikannya dengan yang baru setiap api habis melumat barisan lilin kecil itu.
kau sudah merapat di sisiku, saat aku terjaga dari tidurku yang sesaat. kau benamkan kepalamu didadaku. lirih kau ucapkan kata,"maafkan aku." dan bahumu terguncang hebat. aku tak yakin apa yang kulakukan, tapi tanganku membelai punggungmu. perasaanku masih terombang-ambing antara harapan dan kenyataan. saat seperti ini, kau selalu bisa membuatku mempertimbangkan lagi keputusanku untuk membencimu.
tanpa kuminta kau duduk dan bergeser ke arah cheese cake yang layu. tinggal dua lilin yang bersedia menemani kita," temani aku meniupnya." dia meraih bahuku dan memelukku," kau yang sesungguhnya kuinginkan."
aku terdiam, tapi tak kubiarkan kau meniupnya sendirian. " mau tahu doaku?" aku menggeleng. " aku ingin tuhan menjaga cinta kita. maukah kau memaafkanku?" aku mengangguk, entah kesungguhan atau sekedar menghiburnya. kami nikmati cheese cake dengan diam, tanpa kuminta dia meletakkan tanganku didadanya," kau akan tahu, dia tak ada lagi, hanya kau disini."
aku biarkan dia memelukku sepanjang sisa pagi...........tuhan, aku mencintainya!

at 2:58 AM 15 comments

Thursday, June 01, 2006

Aku : PELACUR Yang Jatuh Cinta

peluhku belum juga kering dan sisa napasku masih memburu, masih kurasakan nikmat cinta yang baru saja kau berikan. tapi saat aku menoleh ke arahmu, kau sudah terlelap-dengan wajah menghadap ke arahku. kau selalu cepat tertidur, sayang!
kunikmati aroma napasmu dan kuhirup dengan perlahan, dengan tarikan yang teratur dan panjang hingga dadaku penuh sesak dengan harummu, meskipun aku tak pernah merasa cukup.
kutelusuri tubuhmu yang padat dan liat, kukagumi bahumu yang kuat saat merengkuhku. aku masih gamang, merasakan getaran cinta yang hebat juga kecemasan yang kuat. berkali kuingkari pertanyaan dihatiku: apakah aku jatuh cinta? pelacur tak boleh jatuh cinta!
tanpa sadar kuarahkan ujung jariku, berniat mempertegas garis alismu yang tebal seperti senyuman rembulan, tapi hal itu urung kulakukan - kau akan segera terbangun oleh sentuhan selembut apapun.
wajahmu begitu damai, seperti si kecil yang pulas setelah seharian bergurau. kapan tepatnya aku mencintaimu, aku tidak tahu persisnya. sejak itu, hanya kau yang kunantikan setiap malam. bukan dinar yang kunantikan, tapi dirimu! kau yang kuinginkan dan kuharapkan mengisi lorong hatiku yang kosong. saat kau mencumbuku untuk pertama kali, dengan gerakan yang lembut namun sesekali liar penuh gairah, aku sudah berjanji dalam hatiku, kau adalah hal terakhir yang kuinginkan dalam hidup! kau bukan pembual yang banyak bicara, tapi sikapmu adalah kejujuran yang lama aku cari.
perlahan, aku berbaring di sisimu, menatap wajahmu yang terpahat sempurna. tetesan keringat di dadamu hampir saja membuatku berniat mengusapnya. dada yang teduh tempat aku membenamkan diri, merasakan damai di tengah hari-hariku yang keras di dunia tak bertuan ini. seandainya aku bisa memilikimu?
kukagumi jari-jarimu yang kasar, namun mampu menyentuhku dengan kasih sayang. tapi tiba-tiba mataku meredup seperti harapku. cincin dijarimu membuatku harus menerima kenyataan bahwa pelacur seperti aku tak akan bisa menggapaimu. kali kedua kau mengunjungiku, aku menatap takjub cincin itu dan kau berkata," aku tak akan melepaskannya, aku mencintainya.
itu bukan jawaban yang kuharapkan, tapi itulah yang kudapatkan. setelah itu aku tidak pernah mengurai mimpiku menjadi lebih indah, kedatanganmu sudah menjadi obat hati yang merindu. tuhan, tubuh kotor ini memang tak layak dicintai!
malam semakin pendek, ditelan fajar yang tak sabar menggantikannya. aku masih menatapmu dengan kekaguman yang semakin meraja. perlahan kau buka matamu dan segera bangkit mencari baju yang berserakan di lantai. kau berjanji nanti malam akan datang lagi untukku. kau kecup bibirku sebelum kau meninggalkanku. aku coba terlelap dan berharap malam nanti kau membawakan cinta yang kuinginkan.
sore ini, kudapati wajahmu di koran - tersenyum manis di samping istri dan anak-anakmu. kau melambaikan tangan dan kedua anakmu melakukan hal yang sama. hatiku hancur-tersayat. kuremas-remas koran itu hingga hancur dan membenamkan diriku dalam tangis. tuhan, hapus perasaan ini! dia tidak pernah menjanjikan apapun, dia tidak pernah menginginkan apapun dariku- hanya tubuhku! ya, itu cukup untuk menunjukkan kelelakiannya masih berfungsi. aku hanya pemuas- sesuatu yang tidak didapatkannya dari sang istri yang mulai menua dan kaku.
malam ini kau tidak akan datang, malam ini tidak ada sosok indah yang sepanjang malam kutatap dengan penuh kekaguman. malam ini aku kembali pada kenyataan bahwa aku adalah pelacur. yang telah menggadaikan cintanya pada sang waktu. dan kini cinta menjadi hal yang tabu dan terlarang bagiku.
lirih aku memohon, meskipun kuyakin akan sia-sia : tuhan, aku ingin bersamanya selalu!

at 5:42 PM 14 comments

  • didats